top of page

VIVAT Indonesia Bertemu Ketua DPRD Lembata Membahas Pembentukan SATGAS TPPO Di Kabupaten Lembata

Yayasan VIVAT Indonesia bertemu dengan Ketua DPRD Lembata, Petrus Gero di ruang kerjanya pada hari Senin 7 November 2022 Pukul 13.00 WITA.


Dalam pertemuan dengan Politisi Partai Golkar yang berlangsung hampir satu jam itu, Yayasan VIVAT Indonesia menyampaikan sejumlah hal berkaitan dengan pembentukan Satuan Tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang (SATGAS TPPO) dan Kehadiran Balai Latihan Kerja (BLK) di Kabupaten Lembata.



Ketua Yayasan VIVAT Indonesia, Suster Genobeba DC. Amaral, SSpS menyampaikan pentingnya kehadiran Balai Latihan Kerja (BLK) Karitas Peduli Lembata yang dikelola oleh kongregasi susteran SSpS Flores Bagian Timur.

Suster Genobeba mendorong kerja sama pemerintah daerah dan BLK Karitas Peduli Lembata untuk mempersiapkan tenaga kerja yang terlatih dan berkualitas di bidangnya masing-masing.


Karena akses infrastruktur ke lokasi BLK di desa Pada cukup terjal dan belum beraspal, Suster Genobeba juga meminta Petrus Gero untuk mendorong pemerintah agar membuka akses jalan ke sana. Di samping itu, BLK Karitas Peduli Lembata juga membutuhkan penginapan bagi peserta yang ingin melakukan pelatihan di sana.


Filomena Loe juga mendorong pemerintah daerah Kabupaten Lembata untuk membentuk Satuan Tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang yang juga nantinya bisa melibatkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang fokus pada isu perdagangan orang.


Di Kabupaten Belu, ujar Filomena, ''Satgas Khusus Perdagangan Orang mampu meminimalisir angka pekerja migran nonprosedural di sana''. Menurutnya, Satgas Khusus tersebut diinisiasi oleh International Organization for Migration (IOM) yang di dalamnya melibatkan unsur pemerintah daerah, penegak hukum dan juga lembaga swadaya masyarakat.


''Satgas juga bisa kita buat di Lembata'', ujarnya.


Ketua DPRD Lembata Petrus Gero menyambut baik gagasan dari Yayasan VIVAT Indonesia tentang pembentukan Satgas dan kerja sama pemerintah daerah dengan BLK yang ada. Beliau juga akan menyampaikan beberapa aspirasi dari Yayasan VIVAT Indonesia tentang pembentukan Satgas dan kerja sama pemerintah daerah dengan BLK yang ada.


Bagi beliau, kehadiran BLK sangat penting untuk menyiapkan kompetensi tenaga kerja sebelum mereka berangkat ke luar negeri secara prosedural.

Dia juga berjanji akan menyampaikan beberapa aspirasi dari Yayasan VIVAT Indonesia supaya dilakukan oleh Pemda Lembata.


Khusus pembentukan satgas, Petrus Gero meminta Yayasan VIVAT Indonesia juga melakukan pertemuan dengan Pemda Lembata.


Sebagai mantan pekerja migran Indonesia di era tahun 90-an, Petrus Gero juga menyampaikan kepeduliannya terhadap warga Lembata yang pergi merantau ke luar negeri secara non prosedural. Menurut dia, pemerintah daerah memang perlu membentuk tim satgas untuk memastikan warga tidak terjerat kasus perdagangan orang sebagaimana yang sudah terjadi selama ini di NTT.



Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada Yayasan VIVAT Indonesia yang telah datang ke Lembata dan melakukan pelatihan jurnalistik kepada siswa-siswi SMA/SMK di Kabupaten Lembata perihal tindak pidana perdagangan orang. Dia berharap Yayasan VIVAT Indonesia bisa tetap membantu pemerintah daerah Lembata melakukan berbagai upaya pencegahan tindak pidana perdagangan orang. (Isabella Dasilva)



Comments


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
No tags yet.
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
bottom of page