Pelatihan Jurnalistik Online oleh VIVAT Internasional Indonesia untuk Mitra VIVAT

VIVAT Internasional Indonesia menyelenggarakan pelatihan jurnalistik secara online pada 21 Maret 2022 untuk para mitra; JPIC SVD-SSpS, Komunitas Formasi, Guru dan Tim Pelaksana lapangan. Pelatihan tersebut diikuti oleh 12 orang perwakilan dari beberapa wilayah seperti Kalimantan Tengah, Kalimanta Timur, Ruteng, Maumere Flores, Kupang, Atambua dan Surabaya. Pelatihan ini didukung oleh Lembaga Kemanusiaan Belanda Mensen met een missie (MM) yang fokusnya pada Human Trafficking. Pater Agus Duka SVD sebagai pembicara utama pelatihan jurnalistik ini memaparkan bagaimana cara menulis berita atau memberitakan peristiwa.

Pembicara mengawalinya dengan pemaparan pengertian berita. Berita adalah peristiwa (event) yang dilaporkan dimana memiliki maksud, tujuan dan sasarannya. Selanjutnya nara sumber mengajak peserta untuk memahami penulisan sebuah berita. Dalam penulisan sebuah berita yang diperhatikan: apa (What) yang terjadi, bagaimana kronologinya; siapa (Who) saja yang terlibat; kapan (When) peristiwa itu terjadi, dimana (Where) gambaran lokasinya, mengapa (Why) peristiwa itu terjadi, apa yang menjadi penyebab terjadinya peristiwa dan bagaimana (how) peristiwa itu terjadi, kemudian apa dampak bagi orang-orang yang terlibat atau dampak bagi para pembaca atau apa hikmahnya (so what).

Pembicara menegaskan metode piramida terbalik bahwa what, who, where dan when merupakan teras berita (lead) yang merupakan fakta dan masalah terpenting dalam penulisan berita. Sedangkan why dan how merupakan tubuh berita (body news) yang merupakan fakta keterangan latar belakang. Dan so what merupakan kaki berita. Peserta juga diajak untuk mengkritisi sebuah berita di mana dalam berita tersebut ada penggunaan what, who, when, where, how dan so what.

Nara sumber mengundang peserta untuk praktik langsung menulis sebuah berita. Diharapkan juga melalui pelatihan ini peserta dapat menulis berita-berita atau kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di masing-masing provinsi dengan benar secara jurnalistik dan dibagikan kepada Vivat Indonesia.

Perwakilan dari peserta mengungkapkan pengalamannya bahwa pelatihan jurnalistik ini situasinya bagus, sangat mendukung, dan prosesnya komunikatif. Metode dalam pelatihan itu pun interaktif dan partisipasitif sehingga peserta lebih mudah untuk mengikutinya. Peserta sangat terbantu dalam pembuatan penulisan berita khususnya dengan metode piramida terbalik yang disampaikan nara sumber secara singkat, padat dan jelas. Harapan peserta pelatihan semacam ini tetap dilanjutkan dan jika memungkinkan secara offline. Diharapkan pula peserta mengembangkan diri terus-menerus ke depannya secara kreatif dengan memanfaatkan banyak sumber dan menimba ilmu untuk semakin melengkapi pemahaman, kemampuan ataupun ketrampilan menulis berita.


Oleh: Sr. Silvia SSpS

Koordinator JPIC SSpS Jawa

Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
No tags yet.
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square